Senin, 13 Juni 2011

ARUS INFORMASI ANTARNEGARA DAN TIPOLOGI KLASIK SISTEM PERS


Pada saat banyak pihak mulai melihat arti pentingnya penelaahan yang serius dan sistemastis terhadap arus informasi antara negara, salah satu kondisi yang paling awal terlihat adalah hadirnya berbagai sistem pers yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia. Menurut tipologi klasik, sistem pers di dunia ini dibagi dalam 4 sistem pers besar.
Berdasarkan hal di atas, maka pertanyaan mayornya adalah Bagaimana sistem pers yang berbeda-beda di berbagai negara belahan dunia? Dan pertanyaan minornya Bagaimana pembagian sistem pers di berbagai negara? Bagaimana macam-macam sistem pers? Bagaimana yang membedakan cara pandang tentang kebebasan pers?
Orang melihat bahwa karena sistem pers satu negara dengan negara lain berbeda-beda, sementara arus informasi lintas negara tidak dapat dihindari, maka perbenturan sistem pers antar negara pada ahkirnya juga tidak dapat dihindari. Misalnya sistem pers liberal dengan sistem pers otoriter. Pers di negara liberal merasa sangat sah, katakanlah, mengkritik kebijakan pemerintah di negara otoriter. Sementara pemerintah dan pers di negara otoriter yang dikritik menganggap itu sebagai pelanggaran terhadap kode etik pers.
Teori yang digunakan adalah diformulasikan who says what in which channel with what effect. Teori ini menitik beratkan pada empat hal penting dalam komunikasi. Empat hal penting tersebut adalah siapa, apa, channel dan efek atau dalam arti lain sender, message, media dan pengaruh. (Harold D Lasswell,1948)
Bahwa dalam penekatan klasik, terdapat 4 sistem pers besar: sistem pers otoriterian, libertarian, tanggung jawab, dan soviet komunis. Namun dalam perkembangan penelaahan perbandingan sistem pers kemudian, kategorisasi tersebut dirasakan terlampau sederhana, sehingga lahirlah serangkaian modifikasi yang menyertakan sejumlah varian lain dari model dasar tersebut.
Menurut kaum otoritarian manusia tidak akan mencapai pontesi yang sepenuhnya apabila berdiri sendiri sebagai individu. Bertolak belakang dengan kaum otoritarian, filsuf-filsuf libertarian berpendapat bahwa manusia adalah insan yang rasional dan memiliki tujuan sendiri. Manusia mampu mengatur hidupnya sendiri dan tahu tentang apa yang menjadi tujuan hidupnya. Sistem pers tanggung jawab sosial merupakan pengembangan dari sistem libertarian. Bahwa pers tidak saja memiliki kebebasan dalam mengungkapkan suatu fakta sosial namun harus pula bertanggung jawab terhadap masyarakat mengenai apa yang ia ungkapkan. Kaum komunis memandang kebebasan pers hanya akan memperkuat dominasi kaum borjuasi di atas masyarakat awam. (Armando, 2007).
Landasan yang membedakan keempat sistem tersebut adalah filsafat masing-masing sistem dalam memandang: manusia, masyarakat, negara, dan kebenaran. Perbedaan filsafat tersebut mengakibatkan lahirnya perbedaan dalam hal penanganan kebebasan arus informasi.
Keyword: otoriterian, libertarian, tanggung jawab, soviet komunis arus informasi, sistem pers.

Minggu, 19 Desember 2010

Kunci Kemenangan Indonesia Harus Main Lepas


Timnas Indonesia tidak boleh menganggap remeh Filipina di laga semifinal 2 meski pertandingan sebelumnya menang 1-0. Apalagi, hasil itu masih belum aman bagi tim Merah Putih.

Dengan hasil tipis yang diperoleh Indonesia, pemain Filipina pastinya akan bermain ngotot di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu 19 Desember 2010 malam.

Pelatih Persema Malang berkebangsaan Jerman, Timo Scheunemann, menilai pada pertandingan pertama, pertahanan Philipina cukup bagus dan disiplin, hal ini membuat Firman Utina dan kawan-kawan kerepotan dalam menerobos pertahanan Philipina.

"Kolektifvitas pertahanan Philipina sangat bagus. Maklum, karena sebagian pemain naturalisasi Philipina terbiasa dengan sistem permainan pola modern, yakni 4-4-2, seperti yang diterapkan di Eropa," kata Timo yang juga melambungkan nama pemain naturalisasi Indonesia, Irfan Bachdim itu.

Dikatakannya, kesulitan Timnas menerbos gawang Philipina dikarenakan terlalu seringnya memainkan bola-bola lambung tanpa melakukan umpan-umpan pendek.

"Saya lihat pada laga pertama kemarin, sejak menit awal pemain Indonesia lebih banyak melakukan umpan panjang, sehingga kurang bisa berkreasi," kata pelatih yang berlisensi A UEFA ini.

Ia menjelaskan, secara individu, pemain Timnas terlihat bermain cukup bagus, namun pada pertandingan pertama Indonesia terlihat tegang di lapangan.

"Kalau nantinya Timnas bisa bermain lepas dan mencetak gol di menit awal, saya prediksi bisa menang lebih dari satu gol," katanya.
Meski demikian, Timo memprediksi dalam laga kedua ini, akan dimenangkan kembali oleh Timnas namun tetap dengan skor tipis.
Tapi, itu baru prediksi apalagi dalam sepakbola segala kemungkinan bisa terjadi, dan tidak mustahil Indonesia akan menang telak atas Filipina seperti saat lawan Laos dan Malaysia.

Kamis, 16 Desember 2010

Sang Kapten Berburu Kado Ultah


AKARTA - Pertandingan semifinal pertama Piala AFF 2010 antara Filipina melawan Indonesia malam nanti terasa makin special bagi Firman Utina. Sebab, pertandingan ini beriringan dengan hari ulang tahunnya. Ya, kemarin ( 15/12) Firman merayakan hari jadinya yang ke-29.

Di hari bahagia itu Firman mendapat kejutan karena anak, istri, mertua, orang tua dan sepupunya mengunjunginya di Hotel Sultan, tempat pemain timnas menginap. Beragam kado juga diterima oleh pemain tengah Sriwijaya FC itu.

Kepada wartawan, ibu kandung Firman, Sumarni mengatakan dirinya sangat bangga dengan sang putra dan mendoakan yang terbaik. "Saya doain terus supaya menang," ujar Sumarni.

Sementara itu, kepada wartawan usai berlatih di Gelora Bung Karno ( GBK) kemarin pagi Firman mengatakan timnas tidak akan pernah meremehkan lawan meski sebelumnya Indonesia selalu berjaya melawan The Azkals, sebutan timnas Filipina.

"Kami tidak akan pernah menganggap remeh lawan. Jalan kita masih panjang, jangan melihat ke belakang," kata Firman.

Menurut mantan pemain Persija Jakarta, Pelita Jaya, Persita Tangerang, dan Arema Malang ini, Filipina sekarang sudah jauh berkembang dan tidak bisa dianggap remeh lagi. "Kita tetap harus konsentrasi. Filipina bukan tim yang seperti dulu lagi," katanya.

Menurut Firman, semua pemain Filipina harus diwaspadai. Karena, kini pemain Filipina memiliki kemampuan yang merata. Tapi ada dua pemain yang menurut Firman punya kemampuan di atas rata-rata. Yaitu Kapten tim Alexander Charles Luis Borromeo, serta kiper Neil Etheridge.

Ikut Kapal Korea, 7 WNI Tewas di Antartika


Sedikitnya tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas di perairan Antartika. Para WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) itu tenggelam bersama kapal Insung No.1 pengangkut ikan asal Busan berbendera Korea Selatan. Korban WNI yang meninggal dalam peristiwa itu diperkirakan tidak bertambah, menyusul penghentian upaya pencarian dan penyelamatan yang dilakukan hingga tadi malam.

Direktur Diplomasi Publik sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) Kusuma Habir mengatakan bahwa jumlah korban bertambah setelah petugas Search And Rescue (SAR) Selandia Baru menemukan jasad baru. Lima ABK itu sebelumnya dinyatakan hilang usai kapal itu tenggelam Senin malam lalu (13/12). "Sebelumnya kejadian kapal tenggelam itu telah merenggut nyawa dua WNI," kata Kusuma di Jakarta tadi malam (15/12).

Kusuma mengatakan, lima WNI telah tewas ketika ditemukan tim SAR. Sesuai peraturan di negara itu, proses pencarian harus dihentikan setelah berlangsung selama 30 jam. Selain itu petugas SAR Selandia Baru juga memperkirakan para korban tidak akan mampu bertahan hidup lantaran faktor cuaca dingin yang ekstrem di lokasi kecelakan. "Perairan itu kan lokasinya berdekatan dengan kutub selatan," katanya.

Kusuma mengungkapkan, dua WNI yang sebelumnya dipastikan telah tewas bernama Jodi dan Dodi Purnomo. Kedua ABK itu tewas seketika sesaat setelah kapal tempat mereka bekerja itu tenggelam. Sedangkan lima WNI yang masih hilang dan diperkirakan tewas bernama Imam Supardi, Ibnu Adi Saputra, Rudi Sanadi, Mohammad Maskur dan Mohammad Agus Hernawan.

Saat ini jelas Kusuma petugas telah fokus kepada upaya evakuasi 4 WNI yang selamat dari peristiwa tenggelamnya kapal. Rencananya empat ABK bernama Jati Susilo, Daryanto, Edi Sudarso dan Puji Hartono akan dievakuasi ke Kota Bluff yang berjarak sekitar 2.700 kilometer dari lokasi kejadian.

Perjalanan evakuasi ke kota itu diperkirakan memakan waktu seminggu. KBRI Wellington, Selandia Baru akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas setempat. "Perwakilan KBRI juga akan berada di kota Bluff saat para korban WNI selamat tiba," ujar Kusuma.

Seperti diwartakan, sebuah kapal pengangkut ikan asal Busan, Korsel yang mengangkut 42 orang dari sejumlah negara tenggelam secara tiba-tiba di Samudera Antartika, Senin (13/12) pagi.

Diberitakan pula bahwa sebelas dari 42 penumpang adalah WNI. Dua WNI dikabarkan tewas dalam peristiwa tenggelamnya kapal itu bersama dua warga Korsel dan satu warga Vietnam. Sementara lima WNI lainya sempat dinyatakan hilang, termasuk 17 penumpang lain asal sejumlah negara. Namun kemudian lima WNI yang hilang ditemukan tim SAR per tadi malam.

Insung No.1 tenggelam di Antartika diduga akibat bertabrakan dengan gunung es. Selain sebelas WNI, juru bicara patroli laut di Pelabuhan Busan, Korsel, menyatakan kapal tersebut diawaki delapan warga Korsel, delapan warga China, 11 warga Vietnam, tiga Filipina, dan satu dari Rusia. Tiga kapal penangkap ikan Korsel dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan.

di kutip dari JPNN.com

Semifinal piala AFF 2010 Filipina VS Indonesia


JAKARTA - Timnas Indonesia harus ekstra waspada saat menghadapi Filipina malam nanti di leg pertama semifinal Piala AFF 2010. Sebab, Filipina memiliki spirit tinggi untuk menjungkirbalikkan prediksi dengan mempermalukan Indonesia di hadapan puluhan ribu pendukung setianya di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

The Azkalz, julukan timnas Filipina, optimistis bisa melakukannya karena mereka sudah memberi bukti ketika berhasil mempermalukan tuan rumah Vietnam dengan skor 0-2 pada babak penyisihan Grup B lalu.

"Kami akan tampil sekuat tenaga seperti saat kami menghadapi Singapura, Vietnam dan Myanmar (di babak penyisihan grup)," kata Simon McMenemy, pelatih timnas Filipina dalam press conference kemarin sore, di Hotel Sultan, Jakarta.

Pelatih yang masih berusia 32 tahun ini mengaku jika bukan pekerjaan mudah untuk menghadapi Indonesia di hadapan pendukungnya sendiri. "Tapi posisi kami underdog. Kami tidak diunggulkan dan saya rasa itu sebuah keuntungan. Saya rasa tekanan ada di kubu tim Indonesia yang dituntut harus menang," lanjut McMenemy.

Dia menyatakan, secara tim Indonesia memang lebih bagus dari timnya. "Indonesia tim kuat, dan pemainnya sudah berpengalaman," ungkapnya.

Selain menghadapi 11 pemain dengan semangat tinggi di lapangan, menurut McMenemy, beban timnya juga makin bertambah. Itu karena dipastikan sepanjang pertandingan tim besutannya akan mendapatkan teror dari puluhan ribu pendukung tim Merah Putih.

"Sebuah keputusan yang sulit ketika kami harus bermain di kandang Indonesia, dengan pendukungnya yang sangat banyak. Belum ada satu pun pemain kami yang pernah tampil di hadapan 80 ribu penonton. Tapi, kami sudah siap," bebernya.

Filipina memang harus memindahkan kandang tuan rumah leg pertama semifinal ke GBK, karena mereka tidak memiliki stadion yang standar. AFF (Federasi Sepak Bola ASEAN) memutuskan pertandingan digelar di Jakarta. "Karena itu, besok malam (malam nanti, Red), kami akan bermain 110 persen. Sekuat tenaga kami akan tampil seperti di babak penyisihan grup," tegasnya.

Sementara itu, kubu Indonesia optimistis bisa melewati hadangan Filipina di fase semifinal ini, serta merebut jatah satu tiket babak final. Firman Utina dkk tidak akan menyia-nyiakan "berkah" dua kali bertanding di hadapan pendukung sendiri.

Asisten pelatih Wolfgang Pikal mengatakan, saat ini skuad Garuda 100 persen siap meladeni Filipina. Untuk meraih hasil maksimal, asisten pelatih asal Austria ini menegaskan bahwa timnya harus fokus selama 90 menit. "Persiapan berjalan lancar. Tidak ada pemain cedera," ujar Wolfgang.

Menurutnya, Filipina adalah tim tangguh. "Tapi kami sudah mempelajari rekaman pertandingan mereka, dan tahu di mana titik-titik lemah yang bisa dimanfaatkan. Kami optimistis bisa menang. Kami menaruh respek pada Filipina. Mereka punya sembilan pemain keturunan. Tidak pernah kalah di fase grup, dan hanya kebobolan satu gol," sambungnya. (ali)

Perkiraan Line Up

Filipina (3-5-2): 1-N. Etheridge (g); 2-R. Gier, 11-A. Borromeo, 4-A. Del Rosario; 27-R. Jonsson, 7-James Younghusband, 17-De Jong, 18-C. Greatwich, 6-R. Gener; 23-I. Araneta, 10-Philip Younghusband
Pelatih: Simon McMenemy

Indonesia (4-4-2): 1-Markus Haris Maulana (g); 3-Zulkifly Syukur, 5-Maman Abdurrahman, 23-Hamka Hamzah, 2-M. Nasuha; 22-M. Ridwan, 15-Firman Utina, 19-Bustomi, 10-Oktovianus; 17-Irfan Bachdim, 9-Christian Gonzales
Pelatih: Alfred Riedl

Rekor Head to Head

2002-Piala Tiger: Indonesia 13-1 Filipina
2000-Piala Tiger: Indonesia 3-0 Filipina
1998-Piala Tiger: Indonesia 3-0 Filipina
1997-SEA Games: Indonesia 2-0 Filipina
1993-SEA Games: Indonesia 3-1 Filipina
1991-SEA Games: Filipina 1-2 Indonesia
1989-SEA Games: Indonesia 5-1 Filipina
1984-Piala Asia (kualifikasi): Indonesia 1-0 Filipina
1981-SEA Games: Filipina 0-2 Indonesia
1980-Olimpiade (kualifikasi): Indonesia 4-0 Filipina
1977-SEA Games: Indonesia 1-1 Filipina
1972-Piala Presiden: Indonesia 12-0 Filipina
1971-Merdeka Tournament: Filipina 1-3 Indonesia
1967-Piala Asia (kualifikasi): Indonesia 6-0 Filipina
1962-Merdeka Tournament: Filipina 0-9 Indonesia
1962-Asian Games: Indonesia 6-0 Filipina
1958-Asian Games: Indonesia 5-2 Filipina

Kamis, 02 Desember 2010

Garuda Bantai Malaysia


Indonesia berhasil menghancurkan Malaysia 5-1 di penyisihan Grup A Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu 1 Desember 2010. Dengan hasil ini, Indonesia sementara memuncaki Grup A.

Merah Putih untuk sementara memimpin Grup A dengan poin sempurna, 3, setelah di pertandingan sebelumnya, Thailand hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Laos. Sedangkan Malaysia harus rela menghuni juru kunci.

Meski tampil agresif sejak menit pertama, namun tim besutan Alfred Riedl sempat dikejutkan dengan gol Malaysia pada menit 18 lewat aksi penyerangnya Norshahrul Idlan Bin Talaha.

Norshahrul mendapatkan umpan jauh dari Mohd Safee Bin Mohd Sali yang melihat posisi Norshahrul lebih bebas di antara dua bek Indonesia, Zulkifli Syukur dan Hamka Hamzah. Tanpa kesulitan Norshahrul menjebol gawang Markus.

Namun keunggulan Malaysia tak bertahan lama. Pada menit 22, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol bunuh diri Mohd Asraruddin Putra Bin Omar.

Bek Malaysia ini justru mencocor bola ke gawang sendiri setelah melihat pergerakan Irfan Bachdim yang seakan-akan menyongsong bola umpan silang M Nasuha. Bola justru mendarat di kakinya dan meluncur ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri ini langsung melecut semangat Christian 'El Loco' Gonzales dan kawan-kawan. Terbukti di menit 33, Merah Putih justru berbalik unggul 2-1 lewat gol cantik El Loco.

Memanfaatkan umpan terukur Firman Utina, striker naturalisasi ini berhasil melepaskan tendangan menyusur ke sisi kanan gawang Malaysia yang gagal diantisipasi kiper Mohd Sharbinee Allawee Bin Ramli.

Indonesia kembali menjebol gawang Malaysia lewat gol Muhammad Ridwan di menit 55. Gelandang sayap Sriwijaya FC ini berhasil memanfaatkan bola terobosan yang sekaligus merubah kedudukan menjadi 3-1.

Arif Suyono yang masuk menggantikan M Ridwan kembali menjebol gawang Malaysia di menit 77. Arif berhasil memanfaatkan blunder salah satu bek Malaysia yang gagal mengontrol bola hasil umpan silang Octavianus Maniani. Indonesia unggul 4-1.

Pesta kemenangan Indonesia ditutup oleh gol pemain naturalisasi lainnya, Irfan Bachdim di masa injury time. Bachdim berhasil menyongsong bola hasil umpan silang Octavianus. Skor 5-1 untuk kemenangan Indonesia ini tak berubah hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain

Indonesia (4-4-2): 1-Markus Harison; 2-Mohammad Nasuha, 3-Zulkifli Syukur, 5-Maman Abdurahman, 23-Hamka Hamzah; 10-Oktovianus Maniani, 15-Firman Utina (c); 19-Ahmad Bustomi (6-Tony Sucipto 74'), 22-Muhamad Ridwan (14-Arif Suyono 74'); 9-Cristian Gonzales, 17-Irfan Bachdim

Malaysia (4-4-2): 28-Mohd Sharbinee Allawee Bin Ramli; 4-Mohd Asrarudin Putra Bin Omar (2-Mohd Sabre Bin Mat Abu 80'), 6-Mohd Razman Bin Roslan (Mohamad Ashari Bin Samsudin 63'), 24-Mohamad Muslim Bin Ahmad, 27-Mohamad Fadhli Bin Mohd Shas; 8-Safiq Bin Rahim (Amar Bin Rohidan 63'), 16-Kunanlan Subramaniam, 17-Mohd Amri Bin Yahyah, 21-Mohd Aamirulhadi Bin Zainal; 9-Norshahrul Idlan Bin Talaha, 10-Mohd Safee Bin Mohd Sali

Selasa, 23 November 2010

planet baru di temukan oleh orang kita.


Ini temuan terkini dalam dunia astronomi. Sebuah planet baru. Ditemukan oleh Max Planck Institut fur Astronomie (MPIA) di Jerman. Diberi nama Planet HIP 13044b, sebab dia mengelilingi HIP 13044, sebuah bintang tua yang sudah sekarat. Temuan baru ini dilansir Kamis, 18 November 2010. Dipublikasikan secara luas ke seluruh dunia hari ini.
Kisah tentang angkasa luar, temuan planet, dan sebagainya kerap kali membuat kita kagum. Kadang juga bingung. Sebab istilah dan kodenya begitu banyak. Agar cerita tentang planet baru itu mudah dipahami, ada baiknya kita buka kembali cerita para guru soal jagat raya ini.
Semenjak di bangku sekolah kita diajari bahwa dalam jagat raya ini terdapat sejumlah galaksi. Salah satunya adalah Milky Way, yang oleh kita lebih dikenal dengan sebutan Galaksi Bima Sakti. Dalam Bima Sakti itulah bumi yang kita huni ini dan sejumlah planet lain menetap.
Di luar itu masih banyak galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah galaksi mini. Planet-planet di galaksi mini mengitari sebuah bintang induk bernama HIP 13044. Para ahli menghitung bahwa galaksi mini ini berjarak sekitar 2000 tahun cahaya dari bumi.
Tapi bintang induk itu kian renta. Daya gravitasi terhadap sejumlah planet yang mengitarinya kian lemah. Melemahnya daya gravitasi itu menyebabkan sejumlah planet terlepas dan disedot oleh daya gravitasi galaksi yang lain.
Satu dari sekian planet di sekitar bintang yang renta itu, ditarik oleh daya gravitasi Galaksi Bima Sakti. Daya tarik itu menyebabkan planet itu masuk ke dalam lingkungan Galaksi Bima Sakti. Proses penarikan itu juga kerap disebut sebagai "kanibalisme" galaksi. Sejumlah ahli menaksir bahwa proses kanibalisme itu terjadi 6 hingga 9 miliar tahun silam.
Planet yang masuk ke Bima Sakti itulah yang ditemukan sejumlah astronom di Jerman tadi. Lantaran dia berasal dari lingkungan HIP 13004, maka planet yang baru ditemukan itu diberi imbuhan b menjadi HIP 13004b. Planet ini menjadi "anak kost" di Galaksi Bima Sakti. Ukurannya, sedikit lebih besar dari Yupiter.
Apa pentingnya temuan planet baru itu buat kita?
Rainer Klement dari MPIA menuturkan bahwa temuan itu sangat menarik, sebab inilah pertama kalinya manusia menemukan adanya planet lain di luar galaksi kita. Temuan itu juga, lanjut Rainer, membuka jalan bagi para astronom untuk meneliti kelangsungan hidup galaksi Bima Sakti, juga kelangsungan hidup bumi yang kita huni ini.
Para ahli itu menghitung bahwa sekitar lima miliar tahun yang akan datang, Matahari juga perlahan akan redup. Dia akan memasuki fase "raksasa merah" yaitu fase di mana kekuatannya meredup dan daya grativitasinya melemah. Ketika daya gravitasi melemah itulah, planet-planet yang mengitarinya--termasuk bumi-- "dimangsa" oleh matahari atau disedot oleh gravitasi galaksi yang lain.
“Penemuan ini sangat menarik terutama ketika kita memahami masa depan tata surya, bahwa Matahari juga akan berubah menjadi 'raksasa merah' lima miliar tahun mendatang," kata pemimpin proyek, Johny Setiawan – astronom Indonesia yang juga bekerja di MPIA.
Lalu mengapa si HIP 13044b itu selamat dan tidak tertelan oleh planet induknya. Johny memperkirakan lantaran planet itu berotasi lebih cepat dari planet-planet yang lain. Namun dia tidak akan hidup selamanya, sebab bintang induk itu akan berkembang dalam tahap evolusi berikutnya. Saat itulah nanti-- miliaran tahun lagi-- planet ini tertelan.
Johny setiawan memperkirakan bahwa nanti, saat Matahari memasuki fase penuaan dan menjadi raksasa merah, Bumi mungkin tak akan selamat.
"Planet-planet dalam, termasuk Bumi, mungkin tidak akan bertahan hidup," kata Johny Setiawan pada SPACE.com. "Tapi Jupiter, Saturnus dan planet-planet luar mungkin pindah mendekat, persis seperti yang kami deteksi."
Namun, pada akhirnya semua akan binasa. Suatu ketika si Yupiter itu pun akan tertelan, sebagaimana nasib si HIP 13044b, yang karena datang dari antah berantah itu kemudian disebut planet "Alien".
Dipimpin Astronom Indonesia
Kita boleh berbangga karena tim penemu planet alien ini dipimpin astronom Indonesia, Johny Setiawan.Dr.rer.nat. Meski gemilang di luar negeri, tak banyak orang Indonesia yang tahu siapa dan sepak terjang sang astronom.
Pria kelahiran 16 Agustus 1974 ini bekerja di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Jerman. Hebatnya, ia orang non-Jerman yang dipercaya berkali-kali sebagai ketua tim proyek.
Ia bergabung sebagai peneliti post-doctoral di MPIA, di Department of Planet and Star Formation sejak Juni 2003. Di tahun yang sama pula ia mulai memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla. Selain itu, ia juga bekerja secara khusus di sejumlah projek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry).
Sebelum penemuan terbaru soal planet alien itu, Johny dan timnya menemukan sekitar 10 planet baru, meski tak semua dipublikasikan. Pada 2008, misalnya, ia dan timnya menemuka planet yang diberi nama TW Hya b. Planet tersebut mengelilingi bintang TW Hydrae itu berada di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi.
Penemuan ini membuat kaget dunia astronomi. Sebab, dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.

Pada 2005 tim peneliti yang sama juga berhasil menemukan planet ekstrasolar lain yang diberi nama HD 11977 b yang juga memberikan informasi tentang evolusi dari sistem tata surya lain berkaitan dengan eksistensi planet jika bintang induk kehabisan sumber energi.

Sebagai asli Indonesia, Johny menguasai bahasa ibu, Bahasa Indonesia. Dan pergaulannya di Eropa membuat ia lancar berbahasa Jerman, Inggris, Spanyol, dan Prancis.
Selain bekerja di MPIA, Johny aktif memberikan ceramah soal astronomi, baik di Jerman maupun Indonesia.
Menurutnya, kegiatan sosial dan publik dalam komunitas ilmiah, dan hubungan antara akademisi, sains maupun non-sains sangat penting artinya untuk mentransfer ilmu pengetahuan dalam arah horisontal dan vertikal.
Selain kesibukan sebagai ilmuwan, Johny juga punya hobi memasak. Dia bisa memasak hampir semua jenis masakan tradisional Indonesia, yang kerap disajikan untuk kawan-kawannya sesama astronot.

di kutip dari VIVAnews.com
 

aNak geMbeL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino