Kamis, 28 Oktober 2010

Duka Cita Yunani Terhadap Musibah Mentawai


London (ANTARA) - Walikota Athena, Nikitas Kaklamanis menyampaikan ungkapan rasa simpati dan duka citanya atas terjadinya bencana gempa bumi yang disusul oleh tsunami di Pulau Mentawai pada 25 Oktober serta letusan Gunung Merapi di Yogyakarta 26 Oktober.

Ungkapan simpati Walikota Athena, Nikitas Kaklamanis disampaikan kepada Duta Besar RI untuk Yunani, Ahmad Rusdi dalam surat resminya yang diterima KBRI Athena, demikian juru bicara KBRI Athena, Jani M. Sasanti dalam keterangan pers yang diterima Antara, Kamis.

Jani Sasanti mengatakan dalam suratnya Nikitas Kaklamanis atas nama seluruh warga Athena dan Yunani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam terhadap jatuhnya korban jiwa dalam kedua bencana yang terjadi hanya dalam rentang waktu 24 jam.

Disampaikan pula harapan agar operasi penyelamatan dapat berjalan dengan lancar sehingga para korban bencana dapat segera dievakuasi dan ditempatkan di penampungan.

Dubes Ahmad Rusdi atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan rasa terima kasihnya atas simpati dimaksud dan juga berharap agar operasi penyelamatan dapat berjalan dengan lancar.

Dubes Rusdi yang merupakan mantan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan menilai bahwa ungkapan keprihatinan ini menunjukkan kedekatan hubungan antara Pemerintah Yunani dan Pemerintah Indonesia yang selama ini telah berjalan dengan baik sejak 52 tahun yang lalu.

Pemerintah Yunani senantiasa memberikan dukungan dan bantuan saat Indonesia menghadapi bencana alam. Ketika gempa bumi menimpa Yogyakarta dan sekitarnya pada tahun 2008, ungkapan duka cita mengalir dari pejabat Pemerintah Yunani.

Tercatat Presiden Karolos Papoulias, PM Kostas Karamanlis, Menlu Dora Bakoyannis, dan pemimpin Parlemen Prof. Anna Benaki, mengungkapkan rasa turut berduka dan simpati kepada mitra masing-masing di Indonesia.

Bahkan Pemerintah Yunani telah memberikan bantuan dana tunai sebesar Euro 200 ribu kepada Pemerintah Indonesia untuk peningkatan kapasitas (capacity building) dalam penanggulangan bencana alam.

Bantuan dana tersebut diserahkan secara resmi oleh Dubes Yunani untuk Indonesia, Charalambos Christopoulos, kepada Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

di kutio dari ANTARA.

Pesan Mbah Maridjan: Pemimpin Harus Bertindak Benar agar Dunia Tentram


Tak disangka, pertemuan KH Hasyim Muzadi dengan Mbah Maridjan pada tahun 2006 lalu, merupakan pertemuan terakhir Kiai Hasyim dengan Mbah Maridjan.

''Beliau merupakan sosok yang sederhana,'' tandas Sekjen ICIS serta pengasuh pondok Pesantren Al Hikam, KH Hasyim Muzadi, dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Rabu (27/10).

Namun pertemuan Kiai Hasyim dengan Mbah Maridjan yang merupakan Ketua Ranting NU di desanya sangat berkesan bagi sosok mantan Ketua PBNU ini.

''Saya menjadi ingat pesan Mbah Maridjan pada tahun 2006 lalu. Beliau berpesan dalam bahasa Jawa. 'Panjenengan sak konco poro piageng, kedah ''temen lan sak temene'' mugi ndonyane tenterem (Pak Hasyim dan para Pembesar harus benar dan bertindak sebenarnya agar dunia tenteram),'' papar Kiai Hasyim Muzadi.

''Hari ini Mbah Maridjan menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam keadaan sujud. Seakan memberitahu kita bahwa hanya sujud kepada Allah SWT yang bisa dan harus kita siapkan menghadapi segalanya, karena tak mungkin melalui rekayasa kita,' ungkap Kiai Hasyim Muzadi.

di kutip dari REPUBLIKA.CO.ID

Selasa, 26 Oktober 2010

Komunikasi Non Verbal


  1. Pengertian dan Ciri – Ciri Komunikasi Non Verbal

Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari.[1]

Variasi budaya dalam komunikasi nonverbal

Budaya asal seseorang amat menentukan bagaimana orang tersebut berkomunikasi secara nonverbal. Perbedaan ini dapat meliputi perbedaan budaya Barat-Timur, budaya konteks tinggi dan konteks rendah, bahasa, dsb. Contohnya, orang dari budaya Oriental cenderung menghindari kontak mata langsung, sedangkan orang Timur Tengah, India dan Amerika Serikat biasanya menganggap kontak mata penting untuk menunjukkan keterpercayaan, dan orang yang menghindari kontak mata dianggap tidak dapat dipercaya.[2]

Komunikasi Non verbal sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Menurut Dale G. Leathers menyebutkan enam alasan mengapa pesan nonverbal sangat penting, yaitu:

  1. Sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal

Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatap muka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan non-verbal. Pada gilirannya orang lain pun lebih banyak membaca pikiran-pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk non-verbal. Menurut Birdwhistell tidak lebih dari 30%-35% makna sosial percakapan atau interaksi dilakukan dengan kata-kata, dan sisanya dilakukan dengan pesan non-verbal.

2. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan nonverbal

Menurut Mahrabian (1967), hanya 7% perasaan kasih sayang dapat dikomunikasikan dengan kata-kata. Selebihnya, 38% dikomunikasikan lewat suara, dan 55% dikomunikasikan melalui ungkapan wajah (senyum, kontak mata, dan sebagainya).

3. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud, relatif lebih bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan.

Pesan non-verbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar. Misalnya sejak zaman prasejarah, wanita selalu mengatakan “tidak” dengan lambing verbal, tetapi pria jarang tertipu. Mereka tahu ketika “tidak” diucapkan, seluruh anggota tubuhnya menyatakan “ya”. Kecuali actor-aktor yang terlatih, kita semua lebih jujur berkomunikasi melalui pesan non-verbal. Hal yang kadang kemudian terjadi adalah double binding dimana ketika pesan non-verbal bertentangan dengan pesan verbal, orang pada akhirnya akan bersandar pada pesan non-verbal.

4. Mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi.

Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memperjelas maksud dan makna pesan. Di atas telah dipaparkan mengenai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi. Semua ini menambah kadar informasi dalam penyampaian pesan.

5. Merupakan cara komunikasi yang lebih efesien

Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi (lebih banyak lambang dari yang diperlukan), repetisi, ambiguity, dan abstraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal daripada secara nonverbal.

6. Merupakan sarana sugesti yang paling tepat.

Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan atau emosi secara tidak langsung. Sugesti di sini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implicit. Leathers (1976) menyatakan bahwa jika anda meminta pelayanan seksual dari anak di bawah umur secara verbal, anda dapat menerima hukuman pernjara. Jika anda melakuka hal yang sama secara non-verbal, anda bebas dari hukuman. Kita dapat memuji seseorang secara verbal, tetapi mengecamnya secara non-verbal. Inipun sulit dituntut secara hukum.

Komunikasi Non Verbal ditandai dengan ciri – ciri sebagai berikut :

v Proses komunikasi implisit dan dapat menjadi dua arah maupun satu arah.

v Kualitas proses komunikasi tergantung pada pemahaman terhadap persepsi orang lain.

v Disampaikan dengan menggunakan isyarat (gesture), gerak gerik (movement), postur (tipologi), parabahasa, sentuhan (kinesic), penampilan fisik, ruang, jarak, waktu, consumer product dan artefak.[3]

  1. Jenis-jenis komunikasi non verbal

1. Komunikasi objek

Komunikasi objek yang paling umum adalah penggunaan pakaian. Orang sering dinilai dari jenis pakaian yang digunakannya, walaupun ini dianggap termasuk salah satu bentuk stereotipe. Misalnya orang sering lebih menyukai orang lain yang cara berpakaiannya menarik. Selain itu, dalam wawancara pekerjaan seseorang yang berpakaian cenderung lebih mudah mendapat pekerjaan daripada yang tidak. Contoh lain dari penggunaan komunikasi objek adalah seragam.

  1. Sentuhan

Haptik adalah bidang yang mempelajari sentuhan sebagai komunikasi nonverbal. Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.

3. Kronemik

Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).

4. Gerakan tubuh

Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau menngendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.

5. Proxemik

Proxemik atau bahasa ruang, yaitu jarak yang Anda gunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain, termasuk juga tempat atau lokasi posisi Anda berada. Pengaturan jarak menentukan seberapa jauh atau seberapa dekat tingkat keakraban Anda dengan orang lain, menunjukkan seberapa besar penghargaan, suka atau tidak suka dan perhatian Anda terhadap orang lain, selain itu juga menunjukkan simbol sosial.

6. Vokalik

Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Ilmu yang mempelajari hal ini disebut paralinguistik. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari.

7. Lingkungan

Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna.

  1. Fungsi komunikasi nonverbal.

Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebut lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal:

  1. Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.
  2. Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.
  3. Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”
  4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
  5. Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.[4]


[1] Deddy Mulyana, 2007, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya, hlm:147

[2] www.wikipedia.com

[3] http://tubiyono.com/template-features/tulisan-ilmiah/83-perbedaan-komunikasi-verbal-dan-non-verbal

[4] Cangara, Hafied. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hlm: 103-114.

Senin, 25 Oktober 2010

KLANTINK JUARA IMB


Grand Final Indonesia Mencari Bakat (IMB) semalam, Minggu (24/10) menjadi momen terpenting dan mengharukan bagi 5 pemuda asal Surabaya ini. Kelima personel Klantink sendiri, kemenangan di ajang ini dianggap suatu mukjizat, tak pernah menyangka bisa memenangkan ajang bergengsi ini.

Klantink mengantongi SMS sebanyak 50,03%, sangat tipis dengan Putri Ayu yang mendapatkan 49,97%.

"Syukur alhamdulillah, ini adalah sesuatu yang sangat berharga menurut kami. Nggak nyangka, sampai sekarang masih merasa mimpi, ini adalah mukjizat dari yang kuasa," ujar Wawan saat ditemui usai acara Grand Final Indonesia Mencari Bakat di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Minggu (24/10).

Wawan menambahkan walaupun mereka sempat unggul di minggu lalu baginya masih belum merasa menang atau berbangga diri karena hasil dari SMS yang dikirim oleh masyarakat suatu saat bisa berubah.

"Kalau merasa menang sih nggak ya, yang pasti kita optimis aja. Soalnya kan kalau sms itu nggak bisa dipastiin, soalnya kan itu terserah sama masyarakat," paparnya yang melakukan sujud syukur saat diumumkan sebagai pemenang.

Penilaian melalui polling SMS yang dikirim oleh masyarakat menurut Wawan cukup adil, di samping penilaian dari dewan juri.

"Iya, karena itu kan masyarakat banyak yang menilai. Kalau dewan juri kan bisa atas dasar suka tidaknya mereka," terangnya.

Sebagai juara 1 Klantink berhak mendapatkan hadiah mobil dan uang Rp 200.000.000 dan kontrak kerja dengan Trans Corp selama 2 tahun. Wawan mengatakan mereka masih bingung akan diapakan nantinya hadiah mobil ini.

"Lihat ke depannya aja. Dipakai sendiri, berlima. Tapi belum tahu ke depannya gimana," tandasnya. (kpl/ato/faj)


 

aNak geMbeL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino